Novi Eka Mulya Usul Warga Tak Tertib Sampah Kena Sanksi

2 menit membaca View : 64
MSA
Daerah - 14 Jun 2026

BOGOR, WAKILRAKYAT.CO.ID –  Tim Sosialisasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Novi Eka Mulya, melontarkan usulan menarik dalam upaya memperkuat budaya pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Ia menilai setiap lingkungan perlu memiliki aturan yang tegas agar warga terdorong untuk aktif mengelola sampah dan menjadi bagian dari bank sampah.

Pernyataan tersebut disampaikan Novi saat menghadiri Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Bogor, Minggu (14/6/2026). Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan melalui sosialisasi, tetapi juga membutuhkan dukungan regulasi di tingkat komunitas.

“Masyarakat harus memiliki aturan dalam pengelolaan sampah. Misalnya di tingkat RT dibuat kebijakan agar warga aktif menjadi nasabah bank sampah dan ikut mengelola lingkungannya,” ujar Novi.

Ia menjelaskan, keberhasilan pengelolaan sampah bergantung pada tiga unsur utama, yakni pemerintah sebagai pembuat kebijakan, masyarakat sebagai penghasil sampah, dan pihak ketiga yang membantu proses pengelolaan. Ketiga unsur tersebut harus berjalan beriringan agar program pengurangan sampah dapat berhasil.

Menurut Novi, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan terkait pengelolaan sampah. Namun, aturan tersebut tidak akan efektif jika tidak diikuti oleh kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Kalau pemerintah membuat aturan tetapi tidak dilaksanakan masyarakat, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, perlu ada komitmen bersama di lingkungan masing-masing,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Novi bahkan mencontohkan secara humoris pentingnya aturan di tingkat lingkungan. Ia menyebut RT dapat membuat kebijakan yang mendorong warga menjadi nasabah bank sampah sebagai bagian dari kewajiban menjaga kebersihan lingkungan.

Meski disampaikan dalam suasana santai, pesan tersebut menegaskan perlunya pendekatan yang lebih tegas agar budaya memilah dan mengelola sampah menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Novi juga mengapresiasi kiprah Bank Sampah Kumpul Mutiara yang dinilai berhasil membangun kesadaran warga untuk rutin menabung sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, model seperti ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Bogor.

“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak ketiga agar lingkungan kita menjadi lebih baik,” tegasnya.

Ia berharap semakin banyak komunitas yang mengadopsi konsep bank sampah dan membangun aturan bersama untuk memperkuat budaya peduli lingkungan. Dengan demikian, persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar Kota Bogor dapat diatasi secara bertahap dan berkelanjutan (RED)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *