AMPG DKI Soroti Hoaks, Warga Jakarta Diminta Tak Mudah Terprovokasi

2 menit membaca View : 13
MSA
Nasional - 25 Agu 2026

JAKARTA, WAKILRAKYAT.CO.ID – Ketua PD AMPG DKI Jakarta M Fauzan Irvan mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, terutama di tengah situasi sosial yang dinamis. Ia menilai penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu keresahan dan mengganggu persatuan warga.

Menurut Fauzan, tantangan menjaga kondusivitas Jakarta tidak hanya berkaitan dengan keamanan di ruang publik. Arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial juga perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi dan emosi masyarakat.

“Kalau ada informasi yang beredar, cek dulu sumber dan kebenarannya. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran hoaks atau provokasi yang bisa memecah persatuan,” ujar M Fauzan Irvan.

Jangan Jadi Penyebar Informasi yang Belum Jelas

Fauzan meminta masyarakat membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau membagikan sebuah informasi. Menurutnya, masyarakat tidak boleh langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video, pesan berantai, maupun unggahan media sosial.

Ia menilai informasi yang tidak utuh dapat dengan mudah disalahgunakan untuk membangun opini maupun memancing reaksi emosional masyarakat.

“Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang ternyata tidak benar. Setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang informasi agar tetap sehat,” kata Fauzan.

Menurut dia, sikap kritis terhadap informasi menjadi semakin penting karena satu informasi yang tidak benar dapat menyebar dengan cepat dan berdampak luas.

Perbedaan Pandangan Jangan Jadi Pemicu Konflik

Fauzan juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar dalam masyarakat demokratis. Kritik maupun aspirasi terhadap pemerintah, kata dia, tetap dapat disampaikan sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab.

Ia berharap masyarakat tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

“Jakarta adalah rumah kita bersama. Kita boleh berbeda pandangan, boleh menyampaikan kritik, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling bermusuhan,” tuturnya.

Menurut Fauzan, masyarakat harus mampu membedakan antara kritik yang konstruktif dengan provokasi yang bertujuan memecah belah.

AMPG DKI Ajak Warga Jaga Jakarta Bersama

Fauzan kemudian mengajak masyarakat memperkuat semangat “Jaga Jakarta”. Menurutnya, keamanan dan ketertiban Ibu Kota hanya dapat terwujud apabila masyarakat ikut mengambil peran.

Ia menilai menjaga Jakarta bukan semata-mata tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh warga, termasuk menjaga komunikasi sosial dan ruang digital agar tidak dipenuhi provokasi.

“Mari kita jaga Jakarta tetap aman, damai, tertib, dan kondusif,” pungkas Fauzan (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *