Siswi yang Diantar Gerobak ke Sekolah, Dapat Uang Jajan Setahun dari NSL

2 menit membaca View : 25
MA
Daerah, News - 02 Okt 2026

Palu — Perjuangan Akidah, siswi penyandang disabilitas di SDN 21 Palu, untuk tetap bersekolah kembali mendapat perhatian. Setiap pagi, Akidah diantar sang ayah menuju sekolah menggunakan gerobak demi memastikan dirinya tetap bisa belajar dan bertemu dengan teman-temannya.

Pada Jumat (2/10/2026), Koordinator Relawan SAPA NSL (Sahabat Perempuan Nilam Sari Lawira), Adita Agustyana, mengunjungi kediaman Akidah di kawasan Kompleks Pasar Inpres Manonda, Kota Palu.

Kedatangan Adita disambut langsung oleh Sudi, ayah Akidah, bersama istrinya. Dalam kunjungan tersebut, Adita menyerahkan bantuan dari Nilam Sari Lawira (NSL), anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah.

Diketahui, Pekerjaan ayah Akidah adalah petugas kebersihan di pasar inpres Makonda Palu Barat

Bantuan yang diberikan berupa sembako, perlengkapan sekolah, boneka, makanan ringan, serta uang jajan untuk Akidah selama satu tahun.

Adita menjelaskan, bantuan uang jajan tersebut akan diberikan secara berkala setiap bulan. Dukungan itu diharapkan dapat membantu Akidah menjalani aktivitas sekolah dengan lebih semangat.

“Bantuan uang jajan ini diberikan setiap bulan agar Akidah tetap semangat sekolah,” ujar Adita.

Bagi keluarga Akidah, perhatian tersebut bukan sekadar tentang bantuan yang diterima. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan seorang anak dan keluarganya dalam memastikan pendidikan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup Akidah.

Setiap pagi, sang ayah dengan setia mengantar Akidah menggunakan gerobak menuju sekolah. Sederhana, tetapi penuh makna. Di balik perjalanan itu ada keteguhan orang tua untuk memastikan putrinya tetap mendapatkan hak untuk belajar, tumbuh, dan berinteraksi bersama teman-temannya.

Kisah Akidah sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak selalu dimulai dari ruang kelas yang sempurna. Ada perjuangan yang mungkin tidak terlihat, ada keluarga yang terus menguatkan, dan ada anak-anak yang memilih untuk tetap melangkah meski menghadapi keterbatasan.

Bagi Akidah, gerobak itu mungkin hanya menjadi sarana untuk sampai ke sekolah. Namun bagi keluarganya, setiap perjalanan adalah bentuk ikhtiar agar langkah Akidah menuju masa depan tidak pernah terhenti.

Dan hari itu, perjalanan kecil tersebut mendapat tambahan semangat: dukungan yang diharapkan membuat Akidah terus tersenyum, terus belajar, dan terus berani bermimpi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *