Lalu Hadrian Irfani: Sekolah Harus Ruang Aman Bebas Kekerasan Nasional

2 menit membaca View : 33
admin
Politik - 22 Jan 2026

JAKARTA, WAKILRAKYAT.CO.ID- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa sekolah dan kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh peserta didik, bukan justru tempat suburnya praktik kekerasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Lalu Hadrian menyusul maraknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang tahun 2025 yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 kasus, baik di sekolah maupun perguruan tinggi.

“Sekolah itu seharusnya menjadi ruang aman, tempat anak-anak dan mahasiswa tumbuh, belajar, dan membangun karakter. Kalau kekerasan masih marak, berarti fungsi dasar pendidikan belum berjalan,” ujar Lalu Hadrian, Kamis (22/1/2026).

Menurut politisi PKB asal Daerah Pemilihan NTB II itu, tingginya angka kekerasan menunjukkan lemahnya sistem pencegahan dan pengawasan di lingkungan pendidikan. Ia menilai, upaya penanganan tidak cukup hanya bersifat reaktif, tetapi harus dilakukan secara sistemik.

“Kita tidak bisa terus-menerus memadamkan api. Yang dibutuhkan adalah sistem pencegahan yang kuat agar kekerasan tidak terjadi sejak awal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti berbagai kasus kekerasan yang melibatkan guru dan siswa, termasuk insiden di SMK Jambi, serta fenomena guru membawa senjata tajam ke sekolah. Menurutnya, peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa nilai-nilai dasar pendidikan belum tertanam dengan baik.

“Kalau sekolah sudah tidak aman, maka tujuan pendidikan untuk memanusiakan manusia menjadi kehilangan makna,” ujarnya.

Lalu Hadrian menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, etika, dan relasi edukatif yang sehat antara guru dan siswa. Ia menyebut, guru harus menjadi teladan sekaligus penjaga rasa aman di lingkungan sekolah.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pelindung dan panutan. Dari sanalah rasa aman di sekolah dibangun,” katanya.

Ia berharap, pemerintah bersama DPR RI dapat mendorong kebijakan yang lebih tegas dan komprehensif untuk memastikan sekolah dan kampus benar-benar menjadi ruang aman, humanis, dan bebas dari kekerasan.

“Tanpa rasa aman, tidak akan lahir pendidikan yang bermutu dan beradab,” pungkas Lalu Hadrian (*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *