Adela Kanasya: Festival Banjari Nasional Bentengi Generasi Muda Cintai Seni Islam

3 menit membaca View : 62
MSA
Politik - 20 Jul 2026

SIDOARJO, WAKILRAKYAT.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Jawa Timur I, Adela Kanasya, menegaskan Festival Banjari Tingkat Nasional harus menjadi benteng pelestarian seni budaya Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi keislaman yang telah mengakar di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Adela usai membuka Festival Banjari Tingkat Nasional di Desa Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Haul Mbah Kalam yang terselenggara melalui kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI, Adela Kanasya, dan Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Juwet Kenongo.

Pembukaan festival turut dihadiri Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Insan Abdirahman, Ketua PCNU Sidoarjo Zainal Arifin, jajaran Muslimat NU Sidoarjo, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Adiel Kanantha, tokoh agama, dan masyarakat.

Usai pembukaan, para tamu undangan mengikuti doa bersama dan berziarah ke makam Mbah Kalam sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang berjasa dalam penyebaran Islam di wilayah Porong dan sekitarnya.

Menurut Adela, Festival Banjari bukan sekadar ajang perlombaan seni religi, melainkan wadah strategis untuk menjaga keberlangsungan budaya Islam Nusantara di tengah derasnya arus modernisasi.

“Festival Banjari resmi kami buka pada Jumat kemarin. Festival ini menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni Islami, sekaligus melestarikan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat seperti ini harus terus diperkuat agar warisan budaya tetap lestari dan mampu berkembang mengikuti zaman,” ujar Adela, Minggu (19/7/2026).

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I itu menilai keterlibatan Kementerian Kebudayaan menjadi bukti bahwa seni bernuansa religius juga merupakan bagian penting dari kekayaan budaya nasional yang patut mendapat perhatian negara.

Adela menambahkan, seni banjari tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga menjadi media dakwah dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

“Banjari bukan sekadar seni musik religi, tetapi juga media dakwah yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, cinta kepada Rasulullah SAW, dan akhlak mulia. Karena itu, negara perlu hadir memberikan ruang dan dukungan agar kesenian seperti ini terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” katanya.

Ia berharap Festival Banjari Tingkat Nasional dapat menjadi agenda rutin yang mampu mencetak generasi muda yang mencintai seni Islami sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

“Saya berharap festival seperti ini terus digelar secara berkelanjutan. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang mencintai seni Islami, memahami nilai-nilai keislaman, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Seni banjari bukan hanya tentang melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan memperkuat persatuan bangsa,” tuturnya.

Selain membuka Festival Banjari, Adela juga melanjutkan agenda silaturahmi di daerah pemilihannya dengan mengunjungi DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo dan DPD Partai Golkar Kota Surabaya untuk berdialog dengan pengurus partai sekaligus menyerap aspirasi masyarakat yang akan diperjuangkan di tingkat nasional (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *