Hetifah Sjaifudian: Anggaran Pemulihan Infrastruktur Sekolah Harus Tepat Sasaran

2 menit membaca View : 30
admin
Politik - 18 Jan 2026

JAKARTA, DEWAN.ID – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap anggaran pemulihan infrastruktur pendidikan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, besarnya kebutuhan rehabilitasi sekolah harus diiringi dengan tata kelola anggaran yang transparan dan tepat sasaran.

Hetifah menyampaikan, ribuan sekolah terdampak bencana membutuhkan penanganan serius, mulai dari perbaikan ringan hingga rekonstruksi total. Karena itu, setiap alokasi anggaran pemulihan harus benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Pemulihan infrastruktur sekolah tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga ketepatan. Anggaran negara harus digunakan secara efektif untuk membangun sekolah yang aman dan layak,” ujar Hetifah di Jakarta, Sabtu (18/1/2026).

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 14 Januari 2026, tercatat 4.639 satuan pendidikan terdampak, dengan ratusan sekolah masih belum dapat difungsikan secara normal. Kondisi ini berdampak pada ratusan ribu siswa dan puluhan ribu guru.

Hetifah mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembersihan sekolah, pembangunan ruang kelas darurat, bantuan perlengkapan belajar, serta tunjangan khusus bagi guru di wilayah terdampak. Namun, ia menekankan bahwa fase rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan pengawasan lebih intensif.

“Sekolah rusak berat dan rusak total memerlukan anggaran besar. Jangan sampai proses pembangunan ulang justru bermasalah karena perencanaan dan pengawasan yang lemah,” tegasnya.

Ia mendorong Kemendikdasmen bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan data kerusakan sekolah menjadi dasar utama dalam penentuan prioritas anggaran. Selain itu, pelibatan masyarakat dan satuan pendidikan dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas.

Menurut Hetifah, pembangunan kembali sekolah pascabencana juga harus memperhatikan standar ketahanan bencana agar infrastruktur pendidikan lebih siap menghadapi risiko serupa di masa depan.

“Anggaran pemulihan sekolah adalah investasi jangka panjang. Jika dikelola dengan baik, kita tidak hanya membangun gedung, tetapi melindungi masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *